Honda

Pria Asal NTT Ditemukan Meninggal di Kolaka

Pria Asal NTT Ditemukan Meninggal di Kolaka
WARGA MENINGGAL - Seorang pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia di Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, (8/10/2019). Pria yang diketahui meninggal sekiranya pukul 13.00 Wita itu, tak memiliki identitas apapun. Hanya saja warga setempat mengenal pria ini dengan nama Deby (32) yang berasal dari Flores, NTT. (Sitti Nurmalasari/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Seorang pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia di gubuk kosong milik salah satu warga di Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (8/10/2019).

Pria yang diketahui meninggal sekira pukul 13.00 WITA itu tak memiliki identitas apapun. Hanya saja warga setempat mengenalnya dengan nama Deby (32) yang berasal dari Flores, NTT.

Salah satu saksi mata, Bambang (52) mengatakan, sebelum ditemukan meninggal di gubuk kosong milik warga di kelurahan tersebut, ia bersama Deby dan beberapa orang temannya mengonsumsi minuman keras (ballo) di gubuk itu pada Senin (7/10/2019) malam.

iklan zonasultra

Ia dan almarhum lalu tertidur di gubuk kosong itu. Bangun dari tidur, Deby sempat mengeluh sakit karena bengkak di bagian leher kepada Bambang dan pemilik rumah tempat jasadnya disemayamkan yang tepat berada di depan gubuk itu.

“Bangun tadi pagi, almarhum sempat cerita tentang mimpinya kalau dia didatangi oleh dua perempuan dan mencekik lehernya. Suaranya terdengar aneh saat bercerita, kemudian, dia pergi tidur lagi. Kira-kira jam satu tadi kita lihat ternyata sudah meninggal,” jelasnya.

(Baca Juga : IRT di Kolaka Meninggal, Diduga Dianiaya Suaminya)

Sebutnya, Deby merupakan seorang perantau yang hidup sebatang kara di Kolaka. Ia tak memiliki rumah. Gubuk tempat jenazahnya ditemukan pun adalah gubuk kosong milik warga yang hanya digunakan sebagai tempat orang berkumpul mengonsumsi miras.

“Selama ini dia (almarhum) sudah sering mengeluh sakit, tapi karena malu, jadi dia tidak pernah untuk ungkapkan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Lamokato Supriadi menambahkan, almarhum telah tinggal di Kelurahan Lamokato sekitar satu tahun. Namun, belum tercatat sebagai warga di Kolaka yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk.

Selama berada di Kolaka pria ini dikenal sangat pendiam. Sehari-harinya ia bekerja sebagai buruh pikul barang di salah satu toko di Kolaka. Karena Deby tak memiliki keluarga di Kolaka, jasadnya disemayamkan di salah satu rumah warga sekitar yaitu Dg Ke’na untuk selanjutnya dimakamkan. (b)

 


Kontributor: Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib