iklan zonasultra

Protes Kebijakan Kades, Mahasiswa Segel Kantor Desa Kapota

Protes Kebijakan Kades, Mahasiswa Segel Kantor Desa Kapota
PENYEGELAN - Mahasiswa yang tergabung dalam Gema Karya Kendari melakukan penyegelan terhadap Kantor Desa Kapota, Kecamatan Wangsel, Selasa, (13/2/2018). Penyegelan itu dilakukan sebagai aksi memprotes kebijakan Plt Kepala Desa Kapota Induk. (Nova Eli Surya/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Wakatobi menyegel Kantor Desa Kapota Induk, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penyegelan itu dilakukan oleh sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kambode Raya (Gemakarya) Kendari.

Kordinator Aksi tersebut, Filman Ode menyebutkan, penyegelan yang dilakukan para maj simbol protes Gema Karya Kendari atas pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa (Kades) Kapota Induk, Abdul Hanas, yang diduga melakukan peralihan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dari pembuatan jalan rabat dusun tiga Desa Kapota sebesar Rp165 juta ke pengadaan katinting fiber sebanyak delapan unit. Satu unit kapal bernilai Rp15 juta.

Namun disayangkan, tindakan tersebut rupanya mengenyampingkan rapat kordinasi dengan perangkat desa maupun warga yang sudah di janjikan untuk mengumpulkan material jalan.

“Ini adalah salah satu tindakkan pidana korupsi semestinya Plt kades ini harus melanjutkan program yang sudah ada bukan melakukan peralihan anggaran semaunya,”beber Filman Ode saat berorasi didepan kantor desa Kapota.

Hal lain yang disesalkan mahasiwa yakni bantuan bodi fiber bukannya disalurkan ke warga penerima. Namun faktanya bantuan tersebut diterima oleh sejumlah anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pegawai negeri sipil (PNS) daerah setempat.

“Kami tidak akan segan-segan membawa persolaan tersebut ke ranah hukum atas dugaan tindak pidana korupsi, penyalahgunaan wewenang dalam jabatan, ke kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Wakatobi,”tegasnya.

Sejam berorasi, baik Kades maupun Sekretaris Desa (Sekdes) tidak satupn yang menemui mahasiswa. Mahasiswa pun akhirnya memilih membubarkan diri. (B)

 


Reporter : Nova Ely Surya
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib