iklan zonasultra

Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, SPAM Dibangun di Kontunaga Muna

Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, SPAM Dibangun di Kontunaga Muna
SPAM - Peletakan batu pertama pembangunan SPAM Kontunaga di Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (24/2/2020). (Nasrudin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Setelah puluhan tahun mengalami krisis air bersih, ratusan masyarakat Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini bisa bernapas lega.

Pasalnya, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Kontunaga dengan kapasitas 20 liter per detik mulai dibangun. Peletakan batu pertama pembangunan SPAM ini dilakukan Senin (24/2/2020).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae mengatakan, pembangunan SPAM telah direncanakan sejak 2018 lalu. Hal tersebut sebagai jawaban dari usulan masyarakat Kontunaga setelah puluhan tahun mengalami krisis air bersih.

“Ini bentuk keseriusan kami akan kebutuhan vital masyarakat. Apalagi krisis air bersih di Kontunaga ini sudah puluhan tahun,” terang Ridwan Bae yang juga hadir dalam peletakan batu pertama SPAM ini.

Mantan Bupati Muna dua periode ini berharap pembangunan SPAM Kontunaga dapat berjalan dengan baik, sehingga waktu penyelesaian lebih cepat dari kontrak kerja.

“Mudah-mudahan pekerjaannya bisa tuntas sebelum pilkada mendatang, supaya masyarakat Kontunaga tak kesulitan lagi memenuhi kebutuhan air bersihnya,” jelasnya.

Bupati Muna Rusman Emba mengatakan kesulitan air bersih yang dirasakan masyarakat Kontunaga kini terjawab.

“Ini merupakan jawaban dari doa kita selama ini. Mudah-mudahan pemenuhan kebutuhan air bersih segera terwujud,” harapnya.

Sementara Kepala Balai Pemukiman Wilayah Sultra, Mustaba mengatakan pembangunan SPAM menelan anggaran sebesar Rp24 miliar.

“Sebenarnya ini sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Melalui lobi-lobi bupati Muna dengan anggaran sebesar Rp24,5 miliar. Kita target pembangunan tuntas selama 7 bulan,” katanya.

Kata Mustaba, SPAM Kontunaga memiliki kapasitas 20 liter per detik yang mampu melayani 1.000 sambungan rumah atau kisaran 10 ribu jiwa. (B)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib