iklan zonasultra

Ratusan TKA Dijadwalkan Tiba Malam Ini, Pendemo Blokir Simpang Bandara Haluoleo

Ratusan TKA Dijadwalkan Tiba Malam Ini, Pendemo Blokir Simpang Bandara Haluoleo
DEMO - Ratusan pekerja asal Tiongkok bakal kembali masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Bandara Haluoleo Kendari, Selasa (14/7/2020) sekitar pukul 22.30 Wita. (Fadli Aksar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Ratusan pekerja asal Tiongkok bakal kembali masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Bandara Haluoleo Kendari, Selasa (14/7/2020) sekitar pukul 22.30 Wita. Kedatangan kali ini kembali ditolak oleh ratusan pengunjuk rasa.

Mereka memblokir akses keluar-masuk Bandara Haluoleo di simpang empat Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sultra. Sambil berorasi, massa aksi ini membakar ban bekas di tengah jalan.

Iklan Zonasultra

Salah seorang pendemo Oskar menolak keras masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China, sebab ia menilai produser kedatangan yang dilalui cacat administrasi. Bagi dia, dokumen keahlian yang dikantongi tidak pernah ditunjukkan ke publik.

“Baik pemerintah maupun perusahaan tidak berani menunjukkan RPTKA 500 TKA itu. Katanya ahli, tapi tidak pernah diumumkan dokumen keahlian mereka, mana, tunjukkan kalau dokumen itu ada, pasti tidak berani,” tutur Oscar saat menyampaikan orasi.

Pantauan awak ZonaSultra, tampak aparat kepolisian tidak banyak yang melakukan pengamanan. Polisi dari Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) terlihat berjaga di hadapan ratusan pengunjuk rasa.

Sempat terjadi aksi saling dorong pendemo dengan aparat polisi. Lantaran, mereka memaksa maju hendak masuk ke wilayah Bandara Haluoleo Kendari. Namun, barikade polisi tak bisa ditembus. Mereka memilih mundur dan berjaga di tengah jalan simpang empat Bandara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ratusan TKA ini bertolak di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan pesawat Lion Air carteran, jenis air bus boeing 737-8GP. Mereka bakal mendarat pada pukul 22.30 Wita. (b)

 


Reporter: Fadli Aksar
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib