Honda

RS Siloam Buton: Masalah Gigi di Sultra Cukup Tinggi

RS Siloam Buton: Masalah Gigi di Sultra Cukup Tinggi
MEDIA GATHERING - Siloam Hospitals Buton merilis masalah gigi dan mulut di Sulawesi Tenggara (Sultra) terbilang cukup tinggi. Dari proporsi penduduk, masalah gigi dan mulut di Bumi Anoa ini mencapai 70 persen lebih. (M2/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Siloam Hospitals Buton merilis masalah gigi dan mulut di Sulawesi Tenggara (Sultra) terbilang cukup tinggi. Dari proporsi penduduk, masalah gigi dan mulut di Bumi Anoa ini mencapai 70 persen lebih.

“Proporsi penduduk yang memiliki masalah gigi dan mulut di Sulawesi Tenggara mencapai 70 persen lebih. Rata-rata masalah ini dialami anak sekolah dan sebagian besar orang dewasa,” terang drg Rian Hermawan, dokter gigi dan mulut di RS Siloam Buton saat menggelar media gathering di salah satu cafe di Kota Baubau, belum lama ini.

Berdasarkan data RS Siloam, dari 70 persen lebih yang bermasalah gigi dan mulut, hanya 10 persen saja yang mendapat pelayanan dari tenaga medis.

iklan zonasultra

“Kita cukup khawatir kesadaran masyarakat kita terbilang rendah dalam memperhatikan kesehatan mulut dan giginya,” tambahnya.

Dijelaskan, masalah gigi dan mulut itu diantaranya seperti gigi berlubang, ada juga karang gigi, bau mulut, dan sariawan. Ini disebabkan kebanyakan masyarakat tidak mengetahui cara menyikat gigi secara benar. Data RS Siloam, masyarakat yang belum mengetahui sikat gigi dengan benar itu mencapai 8,8 persen dari jumlah penduduk di Sultra.

Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit membahayakan. Kesehatan gigi dan mulut berimbas fatal apabila tidak dihiraukan, ketika infeksi gigi telah menyebar organ tubuh vital hingga menyebabkan kematian.

“Menyikat gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Selain itu, harus menggunakan pasta gigi berflioride. Menyikat gigi dengan tekanan yang cukup, waktunya menyikat gigi 2-3 menit, serta gunakan benang gigi dan obat kumur bila perlu,” ujar drg Rian. (B)

 


Penulis: M2
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib