iklan zonasultra

Ruang Kelas Tergenang Lumpur, SDN 1 Besu Diliburkan

Ruang Kelas Tergenang Lumpur, SDN 1 Besu Diliburkan

Ruang Kelas Tergenang Lumpur, SDN 1 Besu DiliburkanTERGENANG LUMPUR – Sejak senin (20/11/2017) lalu aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, terpaksa dihentikan, hal ini dikarenakan gedung sekolah kini kondisinya memprihatinkan. Tiga ruang kegiatan belajar (RKB) ditambah satu ruang perpustakaan tidak dapat difungsikan akibat tergenang lumpur setinggi 1 meter. (Dedy Finafiskar/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa dihentikan sejak Senin, 20 November 2017 lantaran gedung sekolah yang memprihatinkan. Tiga ruang kegiatan belajar (RKB) ditambah satu ruang perpustakaan tidak dapat difungsikan karena tergenang lumpur setinggi 1 meter.

Salah satu guru di SDN 1 Besu, Nur Ida mengatakan, kejadian seperti ini sering terjadi setiap kali musim hujan tiba. Lumpur yang berada di bahu jalan trans Sulawesi Konawe-Konawe Utara akan turun ke sekolah, karena posisi jalan lebih tinggi dari sekolah tersebut.

“Awalnya kita aktivitas belajar tetap dilanjutkan, karena setiap kali tertutup lumpur keesokan harinya kita kembali bersihkan, agar hal ini tidak berlangsung lama,” kata Nur Ida ditemui Kamis (23/11/2017)

Setiap kali tergenang lumpur, tiga kelas terpaksa bergabung dengan kelas lainnya. Kelas ini dipisah dalam satu ruangan kelas. Sementara untuk kelas satu dan dua digilir pagi dan siang.

Sebelum tergenang lumpur, gedung perpustakaan sekolah hancur total setelah ditabrak oleh mobil pemuat bahan bakar pada Februari lalu.

Ruang Kelas Tergenang Lumpur, SDN 1 Besu Diliburkan

“Tidak hanya itu, mobil pengangkut semen juga pernah jatuh ke sekolah kami. Beruntungnya kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah kami tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadinya pada malam hari,” jelasnya.

Peristiwa di SDN 1 Besu ini dibenarkan warga setempat, Ilham. Menurutnya, posisi sekolah berada di pertigaan jalan dari arah Kota Kendari, menuju Kecamatan Morosi, dan Konawe Utara. Ditambah lagi posisinya sangat tidak tepat, sebab bahu jalan lebih tinggi dari sekolah. Sehingga setiap kali hujan, lumpur yang disertai kerikil akan turun ke halaman sekolah.

“Jalannya sudah menikung dan pendakiaan, sehingga kerap terjadi kecelakaan. Saat ini jalan tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Ditambah lagi tidak ada drainase di jalan tersebut, sehingga air hujan akan selalu turun di sekolah dan rumah warga yang berada di samping sekolah itu,” jelas warga yang rumahnya bersebelahan dengan SDN 1 Besu itu. (A)

 

Reporter : Dedi Finafiskar
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib