iklan zonasultra

Seorang Guru PAUD di Muna Bakar Diri hingga Tewas

Seorang Guru PAUD di Muna Bakar Diri hingga Tewas
BAKAR DIRI - Hasmawati, saat dirawat di UGD RSUD Muna, Kamis (4/7/2019). Menurut penuturan keluarga korban, Irwan (52), sebelumnya korban yang juga iparnya itu, sering mengalami kesurupan beberapa tahun terakhir. (Nasrudin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Seorang guru pendidikan anak usia dini (PAUD), Hasmawati (26) yang merupakan warga Palangga Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), membakar dirinya sendiri.

Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 06.10 Wita di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna setelah membakar tubuhnya sendiri dengan dua liter bensin.

Peristiwa bakar diri itu dilakukan pada Rabu (3/7/2019) malam sekitar pukul 22.00 Wita, di halaman tempat tinggalnya. Menurut penuturan keluarga korban, Irwan (52), sebelumnya korban yang juga iparnya itu, sering mengalami kesurupan beberapa tahun terakhir.

iklan zonasultra

“Sebelumnya ia memang sering kesurupan dan itu sudah terjadi sejak ia masih kuliah di Baubau,” terang Irwan, Kamis (4/7/2019).

Selain itu, korban juga kadang tiba-tiba tak diketahui keberadaanya dan suka menyendiri. “Ini saja kami belum lama tahu kalau dia tinggal di Palangga karena setahu saya dulu dia tinggal di Kecamatan Kabangka dan mengajar di PAUD Sinar Surya,” jelasnya.

(Baca Juga : Sosok Mayat Ditemukan Hangus dalam Insiden Kebakaran Rumah di Konut)

Kata Irwan, keluarga sebenarnya sudah sering membawanya berobat. Namun karena kurang rutin sehingga penyakit yang dialaminya mudah kembali.

Sementara itu, menurut salah satu saksi mata Usman (49), saat itu korban mengaku hendak membeli bensin eceran. Namun, sekembalinya di rumah, korban langsung menyiram seluruh tubuhnya dengan bensin tersebut.

“Saya kaget. Tiba-tiba dia siram tubuhnya dengan bensin. Saya coba cegah namun api lebih dulu menyambar badannya,” jelasnya.

Akhirnya wanita yang juga memiliki satu anak itu, tubuhnya seketika dilalap api dan mengakibatkan luka bakar di bagian muka, badan hingga kedua tangan dan kaki sebelah kiri.

“Saya langsung ambil air di jerigen dan handuk untuk memadamkan api, tapi api lebih dulu menyambar tubuhnya. Kasihan, hampir seluruh badannya kena,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari dr Idin, sebelumnya korban mengalami pembengkakan pada tubuhnya dan terjadi perhimpitan pada paru-paru sehingga menyulitkan ia bernafas.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Kini jenazah korban telah dipulangkan ke tanah kelahirannya di Labuan Belanda Kecamatan Wakorumba Utara (Wakorut) Kabupaten Buton Utara. (A)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Muhamad Taslim Dalma
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib