iklan zonasultra

Sosialiasi Tuntas, KPUD Muna Optimis Partisipasi Pemilih Capai 80 Persen

Ketua KPUD Muna, Kubais dan dua komisioner.
Ketua KPUD Muna, Kubais dan dua komisioner.

ZONASULTRA.COM, RAHA – Konser pemilih berdaulat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (7/4/2019) malam, menutup rangkaian tahapan sosialiasi kepada ratusan ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Muna.

Dengan Persiapan matang, KPUD Muna optimis Pemilu tahun ini bakal suskes dengan capaian pastisipasi pemilih sekitar 80 persen.

Koordinator Divisi Partisipasi dan Sosialisasi Masyarakat, KPU Muna Nggasri Faeda optimis angka partisipasi pemilih tahun ini bakal melampaui target dari 77,5 persen hingga 80 persen.

iklan zonasultra

“Semua tim sudah bekerja. Personel sebanyak 6764 orang sudah melaporkan tugasnya masing-masing. Kita optimis angka 80 persen keatas akan tercapai untuk pastisipasi pemilih,” terang Nggasri, Senin (8/4/2019).

Menurut dia, ada 36 sosialiasi yang diselenggarakan di beberapa basis. “Targetnya setiap basis itu harus menghadirkan sebanyak 40 orang. Sementara untuk relawan demokrasi (Relasi) setiap item diharuskan menghadirkan sebanyak 17 orang,” cetusnya.

Sementara fokus sosialiasi yang diselenggarakan oleh KPUD pada segmen kaum marginal dan pemilih pemula yang rentan akan masuk pemilih golongan putih (Golput). “Titik yang paling banyak itu seperti di kecamatan Marobo, Tongkuno yang merupakan masyarakat pinggiran yang jauh dari akses informasi. Mereka ini didominasi kaum marginal,” urainya.

Nggasri mengklasifikasikan kaum marginal yang ada di Muna seperti LGBT, pekerja seks komersial dan mereka yang kesulitan akses informasi. “Kami tidak menjustifikasi jika ada kaum LGBT dan PSK di Muna. Namun dalam setiap sosialiasi yang berada di segmen itu, kami kaitkan tapi bukan berarti mereka semua yang hadir disebut LGBT dan PSK,” timpalnya.

Namun dirinya menegaskan upaya sosialiasi juga menjadi wewenang dari peserta pemilu. Setiap kegiatan yang diselenggarakan KPU itu pasti ada konsekuensi anggaran, dan itu sangat membebani dengan terbatasnya anggaran yang dimiliki pihaknya. (b)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor : Kiki
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib