Telusuri Penanam Bayi di Kampus UHO, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Telusuri Penanam Bayi di Kampus UHO, Polisi Turunkan Anjing Pelacak
LACAK PELAKU - Polisi menurunkan anjing pelacak menelusuri pelaku penanam bayi di Kampus Baru Universitas Halu Oleo (UHO), Kamis (1/3/2018). Ratusan mahasiswa tampak mengikuti anjing tersebut. (Muhamad Taslim Dalma/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kepolisian menurunkan dua ekor aning pelacak untuk menelusuri pelaku yang menanam bayi di halaman kampus baru Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Kamis (1/3/2018). Tepatnya di dekat lapangan sepak bola, tidak jauh dari Auditorium Mokodompit UHO.

Anjing pelacak pertama yang diturunkan pukul 11.00 Wita mengelilingi halaman kampus UHO. Pelacakan anjing itu berakhir di kantin kampus UHO tidak jauh dari lokasi penanaman bayi. Jaraknya hanya seratus meter.

Setelah itu sekitar pukul 11.20 Wita, anjing pertama ditarik dan diturunkan lagi anjing pelacak kedua. Akhir penelusurannya juga sama yakni berakhir di kantin tersebut.

Ratusan mahasiswa UHO tampak masih berkumpul di lokasi penemuan bayi yang ditanam. Sementara ratusan lainnya juga mengikuti pergerakan anjing pelacak.

Berita Terkait : Bayi Baru Lahir Ditemukan Tertanam di Halaman Kampus UHO

Polisi sempat meminta keterangan para pegawai kantin namun belum didapat siapa pelakunya. Hingga pukul 11.37 Wita polisi dari Polda Sulawesi Tenggara dan Polres Kendari masih siaga di lokasi.

Pemilik kantin Hamsiah memastikan tidak ada 3 pegawai kantinnya yang terlibat. Kantin biasanya buka pukul 08.00 pagi dan tutup pukul 17.00 sore. Selain itu, tidak ada pegawai yang bermalam di kantin.

“Kita tidak berani tinggal di sini malam. Kita nda tahu juga pelakunya apa singgah di sini atau bagaimana,” ujar Hamsiah.

Penemuan bayi di halaman kampus baru UHO sekitar pukul 09.00 Wita, Kamis (1/3/2018). Bayi itu diketahui baru saja ditanam dengan kain putih karena darahnya masih segar. Selain itu masih ada tali pusar di tubuh bayi. (B)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

1 KOMENTAR

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib