iklan zonasultra

Tiga Minggu Jelang Pilgub, Hugua Sebut Paslon Asrun-Hugua Tetap Jadi Pemenang

Ketua DPD PDIP Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua
Hugua

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Tiga minggu menjelang Pemilihan Gubernur (pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra), calon wakil gubernur nomor urut 2 Hugua mengatakan pasangan Asrun-Hugua akan keluar sebagai pemenang Pilgub Sultra 27 Juni 2018.

Klaim Hugua itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, kata dia, saat ini pasangan calon (paslon) Asrun-Hugua mempunya sekitar 60 ribu relawan yang tersebar di seluruh TPS yang ada di Sultra.

Dikatakan, dari 60 ribu relawan itu, masing-masing relawan bersedia mencari sekitar 20 suara, sehingga jika ditotal dari 60 ribu relawan masing-masing mendapat 20 suara, maka total Asrun-Hugua akan mendapat sekitar 1,2 juta suara.

(Baca Juga : Sebulan Jelang Pilgub, PAN Kendari Optimis Menangkan Asrun-Hugua)

“Target satu orang mencari 20 suara, saya anggap rasional, dan jika kita anggap margin error 50 persen. Asrun-Hugua masih punya 600 ribu suara, dan saya yakin suara Asrun-Hugua tidak akan di bawah 600 ribu,” kata Hugua di salah satu warung kopi di Kendari, Sabtu (2/6/2018) malam.

Memang kata Hugua, beberapa waktu lalu moral para relawan agak tergangu dan popularitas Asrun-Hugua sempat turun karena adanya persoalan hukum yang dialami Asrun. Namun, saat ini popularitas itu berangsur-angsur mengalami kenaikan.

“Selama ini kami diuntungkan oleh keadaan dan kerja-kerja tim kami dan tim Asrun-Hugua itu dibangun lima tahun lalu oleh Asrun dan Hugua dan itu dibangun bukan karena kepentingan politik, tapi hubungan emosional,” ujarnya.

Sementara terkait hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan pasangan nomor urut 2 pada urutan buncit, mantan Bupati Wakatobi dua periode ini mengatakan, hasil survei itu hanya fenomena sepuluh harian.

(Baca Juga : Punya 60 Ribu Relawan, Asrun-Hugua Yakin Menang Telak di Pilgub Sultra)

Dikatakannya, pasangan Asrun-Hugua menghormati paslon lain yang mengklaim saat ini surveinya tinggi, namun hasil survei bukan jaminan sesuai hasil pada hari pemilihan nanti.

“Bukan popularitas untuk popularitas, tapi endingnnya berapa suaramu di tempat pemungutan suara (TPS). Ini bukan cuma sebuah angan-angan atau sebuah klaim mengklaim hasil survei,” ungkapnya.

“Survei itu fenomena sepuluh harian. Jadi hasil survei yang dirilis itu fenomena sepuluh harian dan nomor 2 mengatakan kalau anda survei di saat turbulensi kemarin, pasti kami titik nol. Mengapa, karena sama anda survei orang, dimana orang tua atau keluarganya lagi meninggal. Anda survei, pasti dia malas memberi keterangan,” tambahnya. (B)

 


Reporter : Ramadhan Hafid
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib