iklan zonasultra

Tingkatkan PAD, Pemkot Kendari Maksimalkan Sektor Pariwisata

Tingkatkan PAD, Pemkot Kendari Maksimalkan Sektor Pariwisata
RAKOR - Wali Kota Kendari saat memimpin rapat koordinasi bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan sejumlah stakeholder membahas peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari, bertempat di rumah jabatan Wali Kota Kendari, Jumat (21/2/2020). (SRI RAHAYU/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan beragam upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memaksimalkan beberapa sektor yang dinilai cukup menjanjikan, salah satunya pariwisata.

Pemkot pun menggelar rapat koordinasi bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan sejumlah stakeholder membahas peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD, bertempat di Rumah Jabatan Wali Kota Kendari, Jumat (21/2/2020), membahas upaya pemkot menggali potensi daerah untuk meningkatkan PAD.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir yang memimpin rapat tersebut mengatakan, rapat bersama tersebut merupakan tindak lanjut dari studi banding yang dilakukan di Pangandaran dan Banyuwangi, yang dinilainya berhasil mengelola potensi daerahnya dengan baik sehingga menuai peningkatan PAD.

iklan zonasultra

“Pangandaran itu bisa mengembangkan potensi wisatanya, sehingga bisa mendatangkan wisatawan hingga 3 juta orang per tahun, sedangkan Banyuwangi sudah viral, dia bisa membuat event hingga 200 event setahun,” kata Sulkarnain.

(Baca Juga : Tahun Ini Pemkot Kendari Siap Wujudkan “Wajah Baru” Pantai Nambo)

Kota Kendari, kata Sulkarnain juga memiliki potensi yang jika dikelola dengan baik bisa memberikan sumbangan PAD. Sebut saja Kebun Raya yang belum lama ini diresmikan, kemudian taman kota, serta teluk Kendari, yang jika dikelola bisa meningkatkan minat pengunjung untuk datang ke Kendari.

“Ada Masjid Al Alam, tak lengkap katanya orang ke Kendari kalau belum ke Masjid Al Alam, serta Jembatan Teluk Kendari akan menjadi landmark baru kalau sudah jadi nanti,” ungkapnya.

Di Teluk Kendari, lanjut dia juga ada tambat labuh, kawasan yang bisa digunakan masyarakat untuk berinteraksi sosial. Pantai Nambo, di kawasan ini pemerintah Kota Kendari tengah menjajaki kerjasama dengan pihak swasta.

“Sudah ada satu, dua yang berminat dan kita akan minta persentase, apakah menguntungkan atau tidak bagi Kota Kendari,” lanjutnya.

Terakhir ia menambahkan, dalam waktu dekat akan bertambah lagi tempat hiburan. Tanggal 5 Maret Trans Grup akan melakukan ground breaking pembangunan Kendari Park. Proyek ini direncanakan akan dikerjakan selama 18 bulan atau diperkirakan tuntas tahun 2021. (A)

 


Kontributor: Sri Rahayu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib