Honda

Wisman Bicara Tentang Keramahan Warga Buton

Wisman - Diane, salah satu wisman dari Australia mengungkapkan rasa irinya pada keramahan warga Buton, saat ditemui di salah satu Pantai, di Kecamatan Wabula, Selasa (20/8/2019). (Risno/ZONASULTRA.COM) Wisman Bicara Tentang Keramahan Warga Buton
Wisman - Diane, salah satu wisman dari Australia mengungkapkan rasa irinya pada keramahan warga Buton, saat ditemui di salah satu Pantai, di Kecamatan Wabula, Selasa (20/8/2019). (Risno/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, PASARWAJO – Bagi Wisatawan Mancanegara (Wisman), ada kesan tersendiri saat mengunjungi Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Festival budaya tua Buton 2019. Baik itu kesan terhadap kehidupan sosial, budaya, hingga kuliner.

Seperti yang disampaikan Diane, salah satu wisman dari Australia. Sambil semringah, dia mengungkapkan rasa irinya kepada warga Kabupaten Buton yang ramah.

“Semua orang baik, semua orang bersahabat, lingkungannya indah, secara pribadi, saya iri dengan semua ini, sangat senang dengan semua perlakuan ini,” ujar Diane, Selasa (20/8/2019).

iklan zonasultra

Baca Juga : Ada Lomba Dayung Bagi Wisman di Festival Budaya Tua Buton

Diane datang bersama kekasihnya menggunakan kapal yach. Perjalanannya di Buton, merupakan rangkaian untuk mengenal Indonesia dalam tempo tiga bulan.

“Di Indonesia yang kami kunjungi termaksud, Jakarta, Bali, dan termaksud juga Buton,” terang wisman yang baru pertama kali pijakan kaki di Pulau Buton itu.

Wisman Bicara Tentang Keramahan Warga Buton
Para wisman dari berbagai Negara kala mencicipi jamuan kelapa muda di pantai di Kecamatan Wabula, Buton

Selain soal keramahan masyarakat dan lingkungan Buton yang indah, ia juga terkesan dengan kuliner khas Buton; Parende. Dia bahkan mengatakan ingin tinggal lebih lama, namun karena jadwal yang tidak memungkinkan sehingga harus pulang 26 Agustus 2019. Meski begitu, dia berjanji akan datang lagi dalam waktu yang lama.

“Dua kali keluar makan. Dan saya sangat suka makan di sini, karena dicapuri bumbu alami, seperti tomat-tomat,” terangnya.

Kesan serupa juga disampaikan Sarry, warga Kanada. Dia, berkunjung ke Buton bersama suami dan anaknya. Pengalaman pertama kali berkunjung ke desa, baru dia peroleh di Kabupaten Buton.

“Saya baru pertama berkunjung ke desa, dan saya meresa semua bersahabat, dan senang sekali,” tuturnya, ditemui kala berkunjung di desa Wabula, Kecamatan Wabula, Buton.

Baca Juga : Ratusan Wisman Bakal Berkunjung ke Festival Budaya Tua Buton 2019

Sarry juga jatuh cinta dengan tenunan Buton. Karena ingin mencoba mengenakannya, ia lalu membeli kain seharga Rp350 ribu pada perajin tenun Desa Wabula. Dia juga membeli kerang hiasan untuk anaknya.

“Saya mau mencoba pakaian tradisional Buton, saya tertarik, karena seperti inilah pakaian perempuan Buton,” ujarnya sambil menunjukan kain yang ia beli.

Untuk diketahui, festival budaya tua Buton akan berlangsung lima hari, sejak 19-24 Agustus ini. Ada banyak permainan dan kesenian tradisional yang akan dilombakan. Termasuk lomba dayung perahu tradisional alis lomba koli-koli yang akan diikuti Wisman. (B)

 


Penulis : M6
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib