iklan zonasultra

Wreck Spot, Aset Wisata Minat Khusus Seakan Tak Berharga

Membangun Pariwisata karena Eforia Viralitas, Bisa Jadi
Ahmad Nizar (Ino)

Wreck ship spot atau wreck spot bangkai kapal dalam dunia penyelaman adalah salah satu buruan para wisatawan yang gemar melakukan wisata bawah laut dengan istilah Diving.

Bagi wisatawan yang memang senang menyelam keindahan karang, spesies ikan menjadi salah satu tujuan utama mereka.

Namun ada pula spot penyelaman yang digemari wisatawan, yaitu wreck spot. Atau melakukan penyelaman di area bangkai kapal yang telah tenggelam.

Selain keindahan dan kepuasan tersendiri bagi para wisatawan yang gemar menyelam, wreck spot juga bisa menambah referensi sejarah kita , jika wreck atau bangkai kapal itu memang karam dalam sebuah sejarah perjalanan sebuah wisalay dimana spot wreck itu berada. namun adapula wreck spot yang bukan merupakan cerita sejarah peperangan atau kerajaan, namun mungkin hanya sebuah bangkai kapal muat atau penumpang yang memang karam di lokasi tersebut.

Mengapa wreck spot cukup digemari banyak wisatawan minat khusus, karena secara alamiah bangkai kapal yang telah lama berada di bawah laut, akan ditumbuhi bunga-bunga karang yang indah dan menjadi rumah ikan bagi spesies yang ada disekitarnya.

Beberapa wreck spot yang cukup dikenal wisatawan hingga manca negara misalnya di Tulamben Bali. Di lokasi ini lo bisa diving di rongsokan kapal USS Libertty.

Konon, dulunya USS Liberty ini rusak dan terdampar saat Perang dunia II. Belasan tahun kemudian kapal ini karam karena letusan Gunung Agung Bali yang terjadi tahun 1963. Alhasil, kapal ini terseret oleh lahar sampai masuk ke dalam laut.

Panjang bangkai kapal USS Liberty ini mencapai 128 meter dengan salah satu ujungnya ada di kedalaman 5 meter dan ujung lainnya di kedalaman 29 meter. Badan kapalnya terbelah jadi dua bagian karena faktor alam.

Di spot ini kita bisa lihat ada banyak biota laut yang jadi penghuni bangkai kapal USS Liberty. Yang paling menarik adalah jenis-jenis ikan karang yang berwarna-warni, termasuk ikan Bumphead Parrotfish.

Kemudian ada juga spot wreck di karimun jawa, Pulau weh aceh, Morotai, Kep. paidado biak dan beberapa daerah lain di indonesia.

Disulawesi tenggara sendiri, sesungguhnya dikabarkan sejak beberap waktu silam ada beberap titik wreck spot yang cukup menarik. Namun sayang kini hal itu tinggal kenangan cerital lau, sebab bangkai kapal yang karam telah musnah, entah oleh alam atau tangan-tangan jahil yang melihat itu sebagai modal bisnis besi tua yang bagus. Salah satu spot wreck yang cukup menantang adalah di sekitar perairan pulau sagori, Kecamatan Kabaena, Kab. Bombana.

Saya pribadi sekitar tahun 2005 atau 2006 silam pernah menyaksikan langsung keindahan wreck spot di perairan pulau sagori. meski hanya berada di kedalaman 5 meter saat air surut saya sudah bisa menemukan bagian pembuangan asap mesin uap kapal tersebut bahkan dari kejauahan saat surut air cukup ekstrim bagian kapal tersebut muncul di permukaan.

Namun sayang, saat saya kembali ke lokasi wreck spot tersebut 26 januari 2018, sudah tidak nampak lagi bagian-bagian kapal yang cukup mudah saya temui waktu itu. Setelah menggali cerita warga bahwa memang bangkai kapal tersebut sudah habis dan sudah rata dengan dasar laut karena tinggal menyisahkan serpihan kecil kapal. Dan menurut warga di sektiar pulau sagori, bahwa sering mereka mendengar ledakan di sekitar bangkai kapal yang kemungkinan ledakan untuk menghancurkan badan kapal hingga bisa menjadi serpihan kecil.

Mendengar cerita ini cukup sedih dan sangat disayangkan, entah harus menyalahkan siapa atas kondisi ini. yang jelas 1 lagi potensi wisata menarik khususnya wisata minat khusus di perairan Kabupaten Bombana telah hilang.

Konon Bangkai kapal yang berada di perairan pulau sagori terebut merupakan Kapal Dagang VOC, namun belum ada pembuktian resmi akan hal tersebut.

Horst H. Liabner menyebutkan bahwa ada lima buah kapal yang tengglam di Pulau Sagori yakni trijger, Borgen op Zoom, Luijpaert, Aechtekercke, dan De joff.

Selain aset sejarah juga sebagai aset wisata minat khusus, tentu hal ini cukup disayangkan terjadi. Entah apa persoalan yang terjadi apakah ditingkat pemerintah atau masyarakat terkait pemahaman bahwa wreck spot bisa menjadi daya tarik wisata yang cukup diminati, apalagi memiliki nilai sejarah bangsa, dan hal itu harus dilindungi bersama.

 

Penulis : Ahmad Nizar (ino)
Profesi : Pemerhati Pariwisata Sultra / Video Jurnalis

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib